“Tanah itu sumber hidup, tanah itu identitas kami. Jika tidak ada tanah kamu mau hidup dimana?,” tegasnya lagi.
Ia juga menyatakan bahwa sebagai Latupati Kecamatan Telutih ia bersama para raja berjuang untuk keadilan bagi semua.
“Ini untuk semua, Salam maupun Serani (Islam dan Kristen), kita semua menjaga warisan orang tua-tua, semua harus diperlakukan adil,” ungkapnya.
Untuk diketahui di Kecamatan Telutih terdapat sepuluh negeri masing-masing lima negeri Islam dan lima negeri Kristen.
“Katong semua bersaudara, laeng jaga laeng” pungkas Lilihata.
Sikap dan pandangan Latupati Tehoru ini disampaikan di sela-sela Sidang ke-46 Klasis GPM Telutih yang berlangsung di Jemaat GPM Hatumete, Minggu 23 Maret 2025. (Rudy Rahabeat).









