Blok Masela ada di Maluku bukan NTT, PI 10% wajib ke Maluku

oleh -91 views

@Porostimur.com | Ambon : Ditetapkannya lokasi kilang pengelolaan gas bumi (on shorre) Blok Masela di daratan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), sangat berpengaruh pada peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat di Maluku.

Namun keberadaan pihak pemenang tender pengelolaan gas bumi dimaskud, yakni PT Inpex Masela, juga menjadi sorotan utama masyarakat, khususnya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).

Pasalnya, ada lahan yang harus dilepaskan untuk wilayah on shorre Blok Masela namun bersentuhan langsung dengan perkebunan tebu yang berada di sekitar lokasi dimaksud.

Hal mana dibenarkan Ketua DPC GMNI Kabupaten MTB, Nyongker Teftutul, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Kamis (12/4).

Link Banner

Menurutnya, sebuah tanda tanya besar hadir dalam masyarakat maupun pemerintah atas penyediaan lahan bagi perkebunan tebu yang saat ini sedang beroperasi di daerah yang pernah dikelola oleh PT Inpeks Block Marsela, di Desa Bomake sampai ke Desa Latdalam, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel).

Baca Juga  Masih Menunggu Putusan MK?

”Untuk penyediaan lahan perkebunan tebu yang pernah dikelola oleh PT Inpex Blok Masela, perlu adanya kejelasan dari Pemerintah Kabupaten MTB secara khusus, karena ini berbicara mengenai kepentingan rakyat. Kemarin memang sudah dijelaskan oleh Bupati MTB, Petrus Fatlalon, dengan DPD KNPI MTB dan DPC GMNI MTB. Yang mana, Pak Bupati sendiri mengakui telah ada pelepasan 5000 hektar lahan perkebunan tebu. Sehingga menjadi sebuah pertanyaan bagi DPD KNPI MTB maupun DPC GMNI MTB bahwa PT Inpex Blok Masela pernah melakukan aktifitas di daerah tersebut,” ungkap Nyongker Teftutul.