Jangan Sampai Pertumbuhan Ekonomi Memicu Masalah Baru
Optimisme terhadap dampak ekonomi Blok Masela juga disertai catatan mengenai berbagai konsekuensi sosial yang harus diantisipasi sejak awal.
Pengamat energi sekaligus dosen Universitas Darma Persada Riki F Ibrahim, mengingatkan bahwa masuknya investasi dalam skala besar berpotensi memicu perubahan ekonomi dan sosial di wilayah sekitar proyek.
Pemerintah, kata Riki, perlu mengantisipasi kemungkinan inflasi daerah, spekulasi harga tanah, serta potensi gesekan antara tenaga kerja lokal dan pendatang.
Pengelolaan Participating Interest (PI) 10 persen melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga harus dilakukan secara profesional agar manfaat ekonomi proyek tidak berhenti pada penerimaan jangka pendek.
“Lalu sovereign wealth fund atau dana kekayaan daerah dengan membentuk dana abadi daerah agar hasil migas tidak habis untuk biaya operasional rutin, melainkan diinvestasikan pada sektor produktif seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur untuk jangka panjang,” kata Riki.
Ia juga meminta SKK Migas dan pemerintah pusat memastikan transparansi dalam pelaksanaan proyek, termasuk terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penyerapan tenaga kerja lokal, serta program alih teknologi.
Menurut Riki, kepastian regulasi dan konsistensi pengawasan juga penting agar pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal hingga mencapai tahap on-stream tanpa terkendala persoalan birokrasi.









