“Ini menjadi catatan bagi kami. Karena apapun kinerja, baik yang dilakukan oleh Bawaslu Maluku Utara, akan dinilai buruk oleh publik,” tambahnya.
Untuk itu, kami mendorong melalui devisi Pengawasan, Pencegahan, Humas dan Partisipasi Masyarakat untuk mengevaluasi terkait dengan media di daerah.
Dengan menjaga hubungan Bawaslu dan media, Ahmad bilang, tentu kita perlu membuat komunitas atau sebuah wadah dari media, guna membentuk pewarta Pemilu di Maluku Utara, khususnya peliputan Pemilu.
“Kita akan dorong Bawaslu Provinsi untuk buat wadah semacam grup WatshApp atau forum lain yang efektif untuk berkomunikasi dan berkoordinasi antar Bawaslu Maluku Utara. Makanya, ini dari teman-teman media secara rutin dilakukan, misalnya satu bulan empat kali atau mendeklarasikan forum berkolaborasi dengan Bawaslu Maluku Utara dengan memiliki program-program terkait abdet informasi pengawasan Pilkada,” jelasnya.
Saat disentil media center di Bawaslu Maluku Utara yang belum ada, Ahmad menjelaskan, ia akan memanggil koordinator divisi yang membidangi Kehumasan di Bawaslu Maluku Utara untuk duduk bersama dalam rapat evaluasi sehingga ini menjadi langkah kongkret dan perhatian selanjutnya bagi jurnalis. (Mansyur Armain)











