Dagang Sapi dan Toxic Positivity

oleh -344 views

Itulah sistem ‘check and balances.’ Jika satu pihak berkuasa, maka pihak lain menjadi pengimbangnya. Pihak yang tidak berkuasa (sebutlah oposisi kalau Anda suka), akan memberikan visi alternatif dari kebijakan pemerintahan yang berkuasa. Tentu saja dalam bentuk kebijakan, yang kadangkala dilengkapi dengan angka-angka, seperti misalnya kita akan bisa berhemat sekian milyar USD dengan ide kebijakan kami.

Di Indonesia, ide ini tidak berlaku. Bahkan ditanggapi sebagai upaya memecah belah, ketika ide ‘check and balances’ ini saya kemukakan. 

Namun saya kira, ide bahwa ada kekuatan yang menjadi rem dan imbangan terhadap yang pihak yang berkuasa ini, saya kira perlu. Dengan kata lain, saya melihat perlu ada oposisi — yang menawarkan pandangan alternatif terhadap kekuasaan. Pandangan alternatif terhadap masa depan bangsa ini. Hanya dengan cara itu kita bisa maju, karena pandangan alternatif itu bisa menjadi rem ketika kita salah arah. 

Baca Juga  Mengapa Islam Menyebut Nabi Isa Belum Wafat?

Ide Presidential Club ini, tentu bertentangan dengan ide “check and balances.” Saya paham betul keinginan para elit kita — lebih baik bersatu dan berbagi diantara kita saja. Kekuasaan kita batasi hanya sebatas ‘jape methe” (istilah orang Jogja untuk menyebut kawan sendiri).

No More Posts Available.

No more pages to load.