Dagang Sapi dan Toxic Positivity

oleh -346 views

Yang tidak mereka katakan adalah bahwa ini adalah usaha untuk mengubur semua kesulitan nyata yang kita hadapi sebagai bangsa. Toxic positivity berusaha mengubur semua hal yang sulit: bahwa 25% dari orang yang berusia 18-30 tahun di negeri ini tidak bekerja, tidak sekolah, dan tidak mengambil kursus apapun untuk meningkatkan ketrampilan (BPS: 2023); bahwa akses ke dunia pendidikan sangat timpang; bahwa di negeri ini berlaku dua jalur keadilan — satu untuk kaum kaya dan berkuasa, yang lain untuk rakyat kebanyakan; bahwa ada banyak hak-hak asasi manusia masih dilanggar, dan pelanggaran HAM masa lalu tidak pernah diselesaikan; bahwa ekonomi juga tidak membaik; bahwa pemborosan, salah urus, dan terutama korupsi semakin menjadi-jadi, dan lain sebagainya. 

Baca Juga  Anies Sebut Jusuf Kalla Berperan Besar Wujudkan Perdamaian di Aceh, Ambon, dan Poso

Toxic positivity ini membuat rakyat jinak (domesticated) untuk sementara waktu. Sampai kemudian mereka sadar bahwa semua hal yang positif ini sesungguhnya adalah beracun (toxic)! 

No More Posts Available.

No more pages to load.