Demo Menolak PPKM Mikro Mahasiswa IAIN Ambon Berlangsung Ricuh

oleh -343 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sejumlah mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar aksi demonstrasi menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro yang akan diperketat di Kota Ambon. Aksi demo itu berlangsung didepan Kantor Balai Kota Ambon, Jalan Sultan Khairun, Kamis (15/7/2021).

Demonstrasi yang dikoordinir langsung oleh Ketua Remaja Masjid Iman Rijai, Iqbal Kaplale itu dikawal ketat puluhan personil dari Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease. Wakapolresta Pulau Ambon, AKBP. Heru Budianto juga ikut serta hadir memantau aksi demo tersebut.

Aksi demonstrasi ini sempat ricuh, ketika salah satu mahasiswa ditarik dari petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) saat sedang melakukan orasi diatas pagar Balai Kota Ambon, sehingga membuat situasi semakin memanas.

Baca Juga  Kenapa Biskuit Selalu Bolong-Bolong? Ternyata Ada Alasannya

Wakapolresta Pulau Ambon, Heru Budianto, mengatakan, para pendemo ini belum mempunyai izin untuk melaksanakan aksi demo yang berlangsung hari ini.

“Mereka belum ada izin ke kita. Sampai dengan masa pandemi ini kita tidak pernah mengeluarkan izin untuk melakukan kegiatan dan menyampaikan pendapat di muka umum gitu,” jelasnya.

Ketika dimintai keterangan soal kericuhan yang terjadi pada saat demo berlangsung, Budianto mengatakan, pihaknya akan menyelidiki hal tersebut. Jika benar terjadi kekerasan yang dialami oleh para pendemo maka mereka berhak melapor ke pihak kepolisian.

“Kita melakukan negosiasi-negosiasi dan seperti kita lihat mereka juga sudah tidak ada lagi disini (bubar). Jadi ketika nanti kalau ada demonstrasi susulan atau berikut, mereka harus mematuhi aturan-aturan, mereka harus melakukan izin dan sebagainya kalau tidak maka kita akan mengambil tindakan tegas”, tandasnya.

Baca Juga  Pemerintah Malaysia Larang 7 Kosmetik Berbahaya ini. Di Indonesia Beredar Bebas

Sedangkan Ketua Remaja Masjid Iman Rijai, Iqbal Kaplale dalam orasinya mengatakan, mereka menolak dengan keras PPKM di Maluku sesuai intruksi Walikota Ambon.

Ia juga menyebut, aksi yang dilakukan hari ini juga untuk menolak surat edaran dari Kementerian Agama (Kemenag) Maluku tentang ditiadakan Sholat Idul Adha. Selain itu, para pendemo juga menuntut Pemkot Ambon untuk melakukan transparansi anggaran.

“Kami juga menolak pemberlakuan kartu vaksin sebagai syarat adminisrrasi dalam pelayanan publik, Kami meminta Pemkot melakukan evaluasi pada setiap rumah sakit, serta menolak dan mengutuk dengan keras masuknya tenaga kerja asing ke Maluku,” tandas Kaplale. 

Sampai dengan selesainya demonstrasi tersebut, tidak ada pejabat yang datang untuk menemui para pendemo.

penulis:nicolas
editor:alena

No More Posts Available.

No more pages to load.