Depresi, seorang pria di Tual ditemukan gantung diri

oleh -210 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Kamis (5/4) sekitar pukul 17.20 Wit, warga Kota Tual dihebohkan dengan adanya penemuan mayat sesosok pria yang tergantung pada dahan pohon cemara, bersebelahan dengan lokasi pantai wisata Difur, Kecamatan Dullah Utara.

Mayat ini pertama kali ditemukan oleh Ketua RT Kampung Lupus Desa Lebetawi, Yusuf Rentua (50).

Setelah ditelusuri, korban gantung diri ini merupakan warga Perumnas Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Engelbertus Renyaan alias Amel (22).

Dugaan sementara, korban mengalami depresi diri akibat masalah pribadi dan memilih jalan pintas membunuh diri.

Link Banner

Saat berhasil dihubungi wartawan dari Ambon via sambungan telepon selular, Jumat (6/4), Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Malra, AKP Arif Budiharso,S.IK, membenarkannya.

Menurutnya, jenazah korban sudah dievakuasi oleh Polsek Dullah Utara Kamis (5/3) sore itu juga.

Baca juga : Sarkol : Intimidasi jurnalis = intimidasi terhadap HAM

KOMNAS HAM Maluku minta polisi usut tuntas tragedi Warkop Lela

Setubuhi teman sendiri, AT terancam 20 tahun penjara

”Benar, Kamis sore kemarin, ditemukan mayat yang meninggal karena gantung diri di lokasi wisata pantai tempat wisata Pantai Difur, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual. Mayat ini ditemukan oleh Ketua RT kampung Lupus Desa Lebetawi, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual. Jenasahnya juga telah dievakuasi oleh Polsek Dullah Utara dan kasusnya masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Baca Juga  Jembatan Wae Lalan, Komisi C bakal hearing dengan Dinas PU

Usai penemuan mayat ini, akunya, pihak Polsek Dullah Utara telah memeriksa 3 orang saksi, di antaranya ibu korban, teman korban, Ayu Ningsih, serta saksi penemu mayat dimaksud, Yusuf Rentua.

”Dari hasil identifikasi dari tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Malra tidak ditemukannya tindakan kekerasan di tubuh korban. Kasusnya kini telah ditangani oleh Polsek Dullah Utata guna penyelidikan lebih lanjut,” singkatnya.

Penemuan mayat gantung diri ini berawal dari saksi Yusuf Rentua yang sementara mengumpulkan kayu pembuat bagan.

Pasalnya, saat air laut mengalami pasang, kayu-kayu yang dipersiapkan saksi untuk membuat bagan hanyut terbawa arus.

Saat hendak mengumpulkan kembali kayu-kayu dimaksud itulah ia melihat adanya sosok pria yang tergantung pada batang pohon cemara.

Baca Juga  Polda Periksa Adik Wali Kota Ternate, Terkait Sumur Bor

Hal ini turut dibenarkan Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohirat, saat berhasil dikonfirmasi terpisah, Jumat (6/4).

”Saat saksi memungut beberapa kayu tersebut tiba-tiba yang bersangkutan melihat seperti sesosok manusia tergantung di pohon cemara. Karena rasa ingin tahu, maka Saudara Yusuf Rentua mendekati pohon cemara tersebut dan ternyata benar bahwa yang dilihat adalah seseorang yang gantung diri dengan menggunakan tali nilon,” jelasnya.

Menurutnya, saksi kemudian menghubungi Kapolsek Dullah Utara, untuk memberitahu penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki yang dilihatnya itu.

Dan menindak lanjuti laporan penemuan mayat yang ditemukan tewas gantung diri itu, akunya, Kapolsek Dullah Utara akhirnya memerintahkan anggota polsek Dullah Utara untuk turun ke TKP untuk mengevakuasi jenasah korban.

Baca Juga  Soal Kerusuhan Papua, Jubir Prabowo Sebut Wiranto Pemecah Belah

”Saat ditemukan, korban menggantungkan diri dengan menggunakan seutas tali nilon yang diikat pada pohon cemara, memakai baju warna biru, celana loreng-loreng, memakai gelang warna kuning emas, memakai kalung dan memakai selendang melingkar di bahu,” pungkasnya. (keket)