Karakter dan Integritas Jadi Sorotan
Penasehat dan Pembina JMSI Kalsel, yang juga Ahli Pers Dewan Pers, Pathurrahman, menegaskan bahwa JMSI adalah organisasi yang lahir dari perjuangan panjang dunia pers digital.
Ia mengingatkan bahwa jabatan ketua bukan ruang untuk kepentingan pribadi, melainkan amanah untuk memperkuat integritas organisasi.
“Perjuangan itu harus dinakhodai kecintaan kepada organisasi, jauh di atas kepentingan pribadi,” ujarnya.
Menurutnya, seorang pemimpin JMSI harus memiliki karakter kuat, empati, dan kemampuan menjaga marwah organisasi di tengah dinamika media siber yang terus berubah.
Pathurrahman menilai Musda 2025 merupakan titik krusial: apakah organisasi bergerak maju atau justru stagnan. Karena itu, ia berharap ketua terpilih mampu membawa JMSI Kalsel lebih progresif dan bermanfaat bagi seluruh anggota.
Harapan Baru bagi JMSI Kalsel
Penutupan Musda JMSI Kalsel 2025 ditandai dengan semangat bersama untuk membangun organisasi yang lebih solid, profesional, dan adaptif terhadap tantangan dunia pers digital. Para peserta berharap kepemimpinan Anshari Yannoor mampu memperkuat sinergi internal dan meningkatkan kontribusi JMSI terhadap ekosistem media siber di Kalimantan Selatan.
Musda tahun ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua, tetapi juga momentum mempertegas arah masa depan JMSI Kalsel—bahwa organisasi ini harus berdiri di atas integritas, kolaborasi, dan dedikasi untuk kemajuan pers Indonesia. (red)









