Dua Putaran?

oleh -324 views

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapore

SAYA kira, satu putaran itu cuma obsesinya Pak Budi. Kalau itu terjadi maka akan mengkonfirmasi bahwa dia kuat. Juga dia akan punya kekuatan untuk menghadapi Mbah Wowo nantinya.

Diam-diam, Mbah Wowo dan orang-orangnya lebih suka dua putaran. Mengapa? Karena kalau satu putaran, Pak Budi bisa omong, “Kowe ini dadi presiden karena saya! Kalau bukan karena kekuatan dan popularitas saya, kowe nggak akan jadi apa-apa. Wong kowe lawan saya aja kalah kok!” Begitu kira-kira.

Kalau menang dua putaran, Mbah Wowo akan bisa bilang, “Sorry ye! Ini saya menang karena usaha sendiri. Anda boleh berkuasa dan sangat populer, Pak Budi. Tapi itu nggak ngaruh sama pemilih. Kalau saja saya tidak berjuang habis-habisan ya nggak menang.”

Jadi kalau menang satu putaran langsung, Pak Budi bisa pasang anaknya, Mas Gibas, di posisi yang lebih kuat. Rencana untuk memberikan dia portofolio mengurus wilayah Jakarta dan sekitarnya akan mulus. Ingat, ini adalah wilayah dimana 60% lebih ekonomi negeri ini bergerak. Luar biasa besar bukan?

Baca Juga  Dukono Kembali Erupsi, Dua WNA Belum Bisa Dievakuasi dari Bibir Kawah

Sebenarnya rencana ini masih ada pelengkapnya. Masih ingat partai kecil ganteng dan cantik yang diakuisisi Pak Budi dan kemudian langsung dipimpin CEO baru, yakni anak bungsu Pak Budi? Nah, partai ini diusahakan akan kuat di Jakarta. Untuk apa? Ya untuk membentengi Gibas lahhhh …

No More Posts Available.

No more pages to load.