Jejak Sejarah Maluku–Belanda dan Diaspora Sepak Bola
Rofik menjelaskan, hubungan emosional tersebut tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang relasi Maluku dan Belanda sejak masa kolonial hingga periode pasca-kemerdekaan. Salah satu jejak yang masih terasa hingga kini adalah keberadaan diaspora Maluku di Belanda yang cukup besar dan berpengaruh.
Dari komunitas diaspora itu, lahir generasi keturunan Maluku yang meniti karier di dunia sepak bola Belanda, bahkan sebagian di antaranya pernah memperkuat Tim Nasional Belanda. Kondisi ini memperkuat ikatan psikologis dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat di daerah asal.
“Ini bukan hanya soal fans, tetapi juga ada sejarah panjang yang menghubungkan Maluku dan Belanda, termasuk di dunia sepak bola,” ujarnya.
Dorongan Kerja Sama yang Lebih Konkret
Lebih jauh, Rofik berharap kunjungan Duta Besar Belanda tidak berhenti pada aspek simbolik semata, melainkan dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat Maluku.
Ia menilai, sejumlah sektor seperti ekonomi, pariwisata, pendidikan, dan kebudayaan memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui hubungan bilateral yang lebih intensif.
“Harapan kami tentu ada tindak lanjut yang nyata, bukan hanya melihat antusiasme fans, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat Maluku,” katanya.









