Empat Puisi Muhammad Diadi

oleh -443 views

Bismillah
Tona ma bou ngohi ma bou
Ake ma bou ngohi ma bou
Paro ma bou ngohi ma bou
Uku ma bou ngohi ma bou.

Mamuya, 28 Agustus 2021

=========

Lisawa

Dari rahim ibu kelu ia lahir
Dengan senyum berlapis doa
Ia diberi hidup oleh ayah Diadi
Begitulah cinta di hutan Lisawa

Aku sering diajaknya bermain
Senyum dan tawanya yang manja
Ua sapaan ia kepadaku deng nada sendu
Kau itu perempuanku kau adalah puisiku

Dia sangat menyukai air telaga dan laut
Saban ia lahir ibunya sering membawanya ketelaga
Sambil mencuci pakiannya yang mungil
Aku mencintaimu atas dasar ketiadaan

Raudatul Jannah namanya
Nama yang diberika neneknya
Ketika langit mengeluarkan cahaya
Serta bumi memberinya cinta.

Mamuya, 24 Agustus 2021

=======

Baca Juga  Kejati Sulteng Tetapkan Eks Kepala Bapenda Donggala Tersangka Dugaan Korupsi Pajak Pertambangan

Menjagamu dalam Dopo-dopo

Engkau itu perempuan Halmahera
yang cantiknya bak Talaga Galela
matamu serupa ngo’osa i’tokola
senyummu serupa leru capaka
manjamu serupa namo gotopo

Masih tersimpan jelas di ingatan
tentang hikayat cinta marasamalukahi
yang meminang perempuan Igobula
sungguh cintanya tak meragu kekasih
ia lelaki ngidiho yang berhati khodoba

Kemarin aku bertemu dengan pemuda
bernama Sipanyong di Pulau Tomia
dia bercerita tentang kekasih lautnya
bernama Padatimu dengan nada sendu
sungguh ia membuatku cemburu kekasih

Aku tak mau cintaku serupa kiema-dudu
yang semalam suntut mabuk di atas julu-julu karena kekasihnya berselingkuh hingga ia menari cakalele bersama air mata betapa hatinya ditombak oleh pengkhianatan

No More Posts Available.

No more pages to load.