Goyang Gemoy Prabowo tampak seperti ‘jathilan’ atau ‘jaranan.’ Ini adalah tarian ‘trance’ dalam banyak tradisi Jawa.
Kita tentu maklum bahwa saat ini Prabowo memang sedang ‘trance politik.’ Ia sudah sangat dekat untuk menjadi penguasa nomor satu negeri ini.
Penguasa yang saat ini sudah berada disisinya. Mesin-mesin politik yang mendukungnya, baik dari kekuatan politik maupun negara, sudah berpihak padanya. Anak Presiden sudah menjadi calon wakil presidennya.
Gemoy ini adalah pertanda gemas. Gemas karena semua tampak cerah dan sangat mudah dalam jangkauan.
Tidak ada alasan untuk Prabowo untuk tidak optimis. Kalau melihat negara tetangga, Filipina, segalanya menjadi mungkin. Disana, presiden terpilih tahun lalu adalah Ferdinand “Bong Bong” Marcos, Jr. Ia adalah anaknya Ferdinand Marcos, Sr., mantan diktator Filipina yang dijungkalkan oleh kekuatan rakyat (people’s power) pada 1986.
Toh, kampanye Marcos bisa menjungkirbalikkan persepsi kediktatoran bapaknya. Ia mencuci otak bangsa Filipina dengan merevisi sejarah — melihat bapaknya dari diktator menjadi pahlawan.
Menariknya, Bong Bong juga merangkul Sara Duterte, anak Rodrigo Duterte, presiden Filipina (2016-2022). Menariknya, Sara Duterte adalah walikota Davao, sebuah kota di Filipina Selatan. Sara menjadi walikota disana menggantikan bapaknya.









