Harita Nickel (NCKL) Untung Besar, Pelanggan Terbesar dari China

oleh -199 views

Tak hanya itu, bisnis pengolahan nikel NCKL kepada Ningbo Lygend Wisdom Co Ltd (China) juga terdongkrak dengan pendapatan yang cukup besar Rp 7,43 triliun. Belum lagi, kontribusi pendapatan dari penjualan nikel kepada Glencore International AG (Swiss) yang meningkat menjadi Rp 2,77 triliun dari Rp 1,65 triliun.

Kemudian, pendapatan NCKL dari bisnis penambangan nikel kepada pihak berelasi pada 2023 naik menjadi Rp 3 triliun dari Rp 2,46 triliun. NCKL dalam laporan keuangannya mengungkapkan, kenaikan pendapatan dari pihak berelasi karena beberapa hal, di antaranya kenaikan beban kompensasi kepada manajemen kunci dan sejumlah perjanjian piutang yang berpengaruh signifikan.

Misalnya, piutang lain-lain dari PT Halmahera Persada Lygend (HPL) sebagai pihak berelasi yang timbul sehubungan dengan sewa alat berat dan reimbursement atas biaya operasional.

Baca Juga  Prancis Selidiki Dugaan Kejahatan Perang terhadap Aktivis Flotilla Gaza

Peningkatan total pendapatan NCKL disertai kenaikan beban pokok penjualan menjadi Rp 15,58 triliun dari Rp 4,89 triliun. Membengkaknya beban ini berasal dari beban produksi langsung yang meningkat menjadi Rp 12,67 triliun dari Rp 4,84 triliun.

Lalu, beban biaya produksi tidak langsung membengkak dari sebelumnya Rp 6 triliun menjadi Rp 14,98 triliun, termasuk persediaan barang jadi yang naik dari tahun sebelumnya Rp 4,89 triliun menjadi Rp 15,58 triliun.

No More Posts Available.

No more pages to load.