“Untuk Kota Ambon sejak tahun 2018 sampai saat ini telah mencounter kurang lebih 20 berita hoax lewat media sosial dimana tiga diantaranya kemudian berlanjut ke proses hukum. Sumber penyebaran hoax itu bukan orang biasa, tetapi mahasiswa yang notabene dikenal sebagai kaum intelektual,” tandasnya.
Kadis berharap kegiatan workshop yang dilaksanakan turut membantu pemerintah dalam mewujudkan ambon sebagai kota cerdas, termasuk di dalamnya penggunaan internet yang sehat dan bertika.
“Selaku Pemerintah saya berharap kegiatan ini akan diikuti dengan seksama oleh para peserta sehingga upaya dalam meningkatkan kapasitas literasi digital warganet indonesia, khususnya terkait isu privasi, perlindungan data pribadi dan keamanan digital personal dapat terlaksana,” pungkasnya.
Kegiatan Mini workshop yang dilaksanakan Kementerian Kominfo RI bekerjsama dengan ICT Watch, Relawan TIK Indonesia, Common Room, dan Luminate group, diikuti peserta secara onsite dan online. Kegiatan ini turut dibuka oleh Wakil Rektor III IAIN, Fakih Seknun, yang dalam sambutannya menekankan agar elemen kampus dapat membedakan ranah privasi dan ranah publik dalam penggunaan internet. (nicolas)











