Ia mendorong pengelolaan sektor-sektor potensial seperti kelautan dan perikanan, pertanian, pariwisata serta sumber daya alam dilakukan secara optimal dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
“Potensi yang kita miliki sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi itu dikelola dengan baik, sehingga memberikan nilai tambah dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Watubun.
Menurutnya, pengelolaan potensi daerah harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan mempercepat pengurangan kemiskinan.
Di sisi lain, Watubun mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku memperkuat persatuan dan semangat gotong royong. Perbedaan yang ada, kata dia, harus ditempatkan sebagai kekuatan untuk membangun daerah, bukan menjadi sumber perpecahan.
Pemerintah, DPRD, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh elemen masyarakat dinilai memiliki tanggung jawab bersama dalam menjawab tantangan pembangunan.
“Semangat kemerdekaan harus kita terjemahkan dalam kerja nyata. Pemerintah bekerja, DPRD menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran, masyarakat juga ikut mengambil bagian dalam pembangunan,” ujarnya.










