Porostimur.com, Jakarta – Salah satu tambang nikel terbesar di Indonesia dikabarkan mengkontaminasi masyarakat sekitar dengan bahan kimia heksavalen kromium atau Cr6. Bahan kimia ini pun terkenal menyebabkan kanker.
Laporan itu dirilis oleh Guardian yang melakukan penyelidikan di pertambangan nikel dan industri kendaraan listrik tersebut menunjukan peningkatan tingkat infeksi paru-paru di antara orang-orang yang tinggal di dekat tambang.
Adapun dalam beberapa tahun terakhir telah terlihat perlombaan antara perusahaan pertambangan untuk mendapatkan kendali atas cadangan nikel terbesar di dunia.
Nikel pun merupakan komponen penting dalam baterai kendaraan listrik (EV), dapat membawa kekayaan transformasional ke negara di mana Covid telah mendorong jumlah orang miskin hingga 10,19 persen.
Dalam penyelidikan Guardian pun, tambang terbesar ini berada di Maluku Utara tepatnya di Pulau Obi. Penghuni pulau Obi mengatakan keinginan hanyalah air bersih dan merasa aman. Richard salah satu masyarakat di desa Kawasi mengatakan semenjak tambang hadir di Pulau Obi air menjadi berbahaya untuk diminum.
“Dulu, sebelum ada perusahaan, meskipun kami hidup tanpa listrik, kami aman. Sekarang kami takut,” kata Richard kepada Guardian.




