Porostimur.com, Jenewa – Amerika Serikat (AS) dan Iran mencatat kemajuan penting dalam upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah. Dalam pertemuan di Swiss, kedua negara sepakat membangun jalur komunikasi guna menjaga Selat Hormuz tetap terbuka sekaligus mendorong penghentian pertempuran di Lebanon.
Kesepakatan ini dicapai setelah putaran pertama pembicaraan yang dimediasi Pakistan dan Qatar, sebagai bagian dari proses negosiasi dua bulan menuju penyelesaian konflik yang lebih luas.
Peta Jalan 60 Hari
Mediator menyebut para negosiator telah menyepakati “peta jalan menuju kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari”, dengan pembicaraan teknis akan terus berlanjut hingga akhir pekan di resor Burgenstock, Swiss.
“Kemajuan yang menggembirakan telah dicapai, termasuk pembentukan mekanisme untuk pembicaraan teknis lebih lanjut,” kata mediator dalam pernyataannya.
Salah satu hasil penting adalah pembentukan saluran komunikasi langsung untuk “menghindari insiden dan miskomunikasi” di Selat Hormuz—jalur vital bagi pengiriman minyak dan gas dunia.
Selain itu, disepakati pula pembentukan “sel de-konflik” yang melibatkan pihak-pihak terkait dan otoritas Lebanon guna mencegah pecahnya kembali pertempuran.
Klaim Kemajuan Besar dari Iran
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut pembicaraan tersebut menghasilkan kemajuan signifikan.










