Isra Mi’raj yang Menguji Keimanan

oleh -1,080 views

“Tapi harus saya ceritakan kepada mereka,”jawab Rasulullah.

Um Hani pun mengutus budaknya, Nab’ah, untuk mengikuti beliau.

Apa sebenarnya yang Rasulullah alami malam itu?

Muhammad Ridha dalam Sirah Nabawiyah mengutip riwayat dari Malik bin Sha’sha’ah, Rasulullah menceritakan tentang malam saat beliau diisrakan. Kata beliau, “Ketika aku sedang berada di al-Hathim-atau beliau mengatakan di Hijir- sambil berbaring miring, tiba-tiba datanglah seseorang ke padaku.”

Selanjutnya, beliau berkata dan aku mendengar dia mengatakan, “Lalu orang itu membedah antara ini dan ini-yang ditafsirkan sebagai dari pangkal tenggorokan sampai tempat tumbuhnya rambut di bawah perut.”

Hati Rasulullah pun dikeluarkan. Kemudian, didatangkan kepada beliau bejana dari emas penuh dengan iman. Orang itu membasuh hati Rasulullah, kemudian diisi dan dikembalikan.

Baca Juga  Pemkab Malra Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan, Capaian Keamanan Pangan Meningkat

Selanjutnya, didatangkan kepada beliau seekor kendaraan yang lebih kecil dari bighaldan lebih besar dari keledai berwarna putih. Kendaraan itu kerap disebut sebagai buraq. Itulah yang mengantar Rasulullah ke Baitul Maqdis untuk ke mudian pergi ke Sidratul Muntaha.

Rasulullah SAW memberi tahu orang-orang tentang apa yang beliau lihat dan alami selama perjalanan. Rasulullah menceritakan tentang perjalanan Isranya kepada sejumlah orang Quraisy. Mereka benar-benar tidak percaya terjadinya peristiwa itu. Sebagian mereka bertepuk tangan dan sebagian lainnya meletakkan tangan di kepala. Ada juga riwayat yang mengatakan murtadnya beberapa Muslim karena kisah tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.