Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan seorang pemuda mengalami luka tembak di bagian perut akibat peluru tajam. Sementara 10 warga lainnya, termasuk empat anak, mengalami gangguan pernapasan akibat paparan gas air mata saat pasukan Israel membubarkan massa.
Palestina Catat 11.074 Serangan dalam Enam Bulan
Di tengah meningkatnya operasi militer, Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman Palestina merilis data yang menunjukkan terjadi 11.074 serangan yang melibatkan militer maupun pemukim Israel terhadap warga Palestina, tanah, dan properti selama periode Januari hingga Juni 2026.
Menurut komisi tersebut, rangkaian insiden itu mencakup operasi militer, penangkapan, penyitaan lahan, pembangunan dan perluasan permukiman, pemasangan pos pemeriksaan, serta serangan yang dilakukan pemukim Israel.
Data tersebut, menurut otoritas Palestina, menggambarkan meningkatnya intensitas operasi Israel di Tepi Barat yang diduduki, bersamaan dengan perluasan aktivitas permukiman.
Pekan ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya kekerasan oleh pemukim dan perluasan penguasaan lahan di Tepi Barat. PBB menilai situasi tersebut terjadi di tengah berlanjutnya perdebatan internasional mengenai status hukum pendudukan Israel di wilayah tersebut.









