Israel Takut Trump Hanya Capai Kesepakatan Terbatas dengan Iran, Soroti Manuver Turki–Mesir

oleh -419 views
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengadakan konferensi pers bersama setelah pertemuan mereka pada 4 Februari 2026 di Kairo, Mesir. Foto/Do?ukan Keskink?l?ç/Anadolu Agency

Dalam laporan yang turut dipublikasikan platform berita Israel Mida dan merujuk pada riset lembaga berbasis Eropa Gatestone Institute, disebutkan bahwa sebagian pembuat kebijakan Israel memandang kampanye militer besar-besaran AS yang menargetkan infrastruktur nuklir dan rudal Iran sebagai opsi paling menguntungkan.

Namun, ada pula pandangan yang menilai tekanan internasional berkelanjutan melalui sanksi dan isolasi diplomatik lebih realistis dalam jangka panjang.

Manuver Turki dan Mesir

Di tengah fokus global pada Iran, laporan tersebut juga menyoroti dinamika diplomatik lain yang dinilai berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan kawasan.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, disebut meluncurkan inisiatif diplomatik luas untuk memperkuat kerja sama negara-negara mayoritas Sunni di bawah kepemimpinan Ankara. Upaya ini disebut tidak hanya bertujuan merekonsiliasi hubungan dengan rival lama, tetapi juga membentuk blok politik-strategis yang digambarkan sebagai “lingkaran Sunni” di sekitar Israel—sebagai alternatif dari jaringan sekutu regional Iran.

Laporan itu menyoroti kunjungan regional Erdoğan pada awal Februari 2026 ke Arab Saudi dan Mesir, serta pertemuannya dengan Raja Yordania, Abdullah II, di Istanbul. Pertemuan-pertemuan tersebut disebut sebagai bagian dari proses normalisasi yang dimulai sejak 2022, ketika Turki berupaya memperbaiki hubungan dengan negara-negara Teluk dan Arab pasca ketegangan panjang terkait dukungan Ankara terhadap Ikhwanul Muslimin.

No More Posts Available.

No more pages to load.