Porostimur.com, Baghdad – Sedikitnya 20 anggota kelompok bersenjata Hashed al-Shaabi dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi di Provinsi Diyala, Irak, Rabu (29/7/2026). Selain korban tewas, sedikitnya 32 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Informasi tersebut disampaikan Hashed al-Shaabi atau Popular Mobilization Forces (PMF), aliansi kelompok bersenjata Irak yang di dalamnya terdapat sejumlah faksi pro-Iran. Menurut dua pejabat PMF, lima penasihat asal Iran juga termasuk di antara korban yang meninggal dunia.
Kantor berita AFP melaporkan prosesi pemakaman para korban digelar di Baghdad. Sejumlah peti jenazah terlihat dibungkus bendera Iran, sementara para pendukung PMF menghadiri upacara penghormatan terakhir.
Pemerintah Amerika Serikat dan Arab Saudi menyatakan operasi militer tersebut ditujukan kepada kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran sebagai respons atas serangan terhadap personel militer AS dan fasilitas minyak Arab Saudi.
Ketegangan Meningkat, Irak Berada di Tengah Rivalitas
Irak kembali berada di pusaran konflik setelah eskalasi ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Sebagai negara yang memiliki hubungan dengan kedua pihak, Baghdad kembali menghadapi tekanan untuk menjaga keseimbangan di tengah rivalitas dua kekuatan tersebut.









