Jejak yang Menyangkal Petuah

oleh -149 views

Mungkin memang begitu cara alam mengatur ironi dengan membiarkan kata-kata melayang tinggi, lalu memperlihatkan tanah yang tak percaya pada kata-kata itu. Ia membiarkan petuah terucap, lalu menghadirkannya di hadapan kenangan yang tak bisa dibohongi.

Dan pada akhirnya, yang tertinggal setelah air mundur bukan hanya lumpur dan batang sawit yang patah, tetapi sebuah tanya yang tidak pernah terucap lantang: Siapa yang sebenarnya menebang pepohonan—dan siapa yang kini sedang mengajar tentang cara menyelamatkannya?

Tanya itu dibiarkan menggantung, samar, melayang seperti abu dari api yang padam. Karena kadang, kebenaran memang tidak perlu menunjuk. Ia hanya perlu berdiri cukup dekat, agar siapa pun yang melihat bisa merasakan panasnya. (**)

Baca Juga  Praktisi Hukum Desak Polda Malut Usut Tuntas Proyek Jalan Rp11,9 Miliar di Halsel

No More Posts Available.

No more pages to load.