Kakek Cabul Pemerkosa 5 Anak & 2 Cucu di Ambon Diganjar Hukuman Penjara Seumur Hidup

oleh -442 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Robby Hitipeuw alias (BO), ayah sekaligus kakek di Ambon yang tega merudapaksa lima anak kandung dan dua cucunya, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Vonis penjara seumur hidup dijatuhkan Ketua Majelis Hakim, Orpha Marthina saat sidang di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (7/12/2022).

“Menyatakan menjatuhi hukuman terhadap terdakwa Robby Hitipeuw alias Oby dengan pidana penjara seumur hidup dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” kata Ketua Majelis Hakim.

Majelis Hakim menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 81 ayat (1), ayat (3) dan ayat (5)  UU RI No. 17 Tahun 2016 ttg Penetapan Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 64 KUHPidana.

Putusan hakim tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ingrid Louhenapessy pada persidangan sebelumnya.

Majelis Hakim juga tak memberikan keringanan hukuman kepada terdakwa.

Pasalnya, perbuatan terdakwa tidak mencerminkan sikap seorang ayah yang seharusnya mengayomi anak.

Bahkan perbuatan bejat terdakwa berkelanjutan belasan tahun, tak hanya di anak kandung tapi juga di dua cucunya yang masih kecil.

Usai mendengar putusan Majelis Hakim, terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Sebagaimana diberitakan media ini beberapa waktu lalu, seorang kakek di Ambon tega merudapaksa cucunya sendiri.

Pelaku ternyata juga pernah berbuat asusila kepada lima anak kandungnya.

Perbuatan ini dilakukan pelaku berinisial RH alias BO (51) di rumahnya di Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Perbuatan bejatnya ini dilakukan semenjak anak-anaknya masih duduk di bangku SD pada tahun 2007 hingga pada kedua cucunya sendiri pada tahun 2022 ini. Kasus ini lalu terungkap pada 4 Juni 2022.

Terdakwa ternyata sudah mulai melakukan perbuatan bejatnya pertama kali pada tahun 2007 hingga 2009 dengan korban VH (27) dan EDH (24) anak pertama dan kedua yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar.

Kemudian korban IGH (18) anak ke empat, di rudapaksa sebanyak tiga kali di tahun 2014 hingga 2015, saat itu korban masih kelas 5 SD.

Sedangkan untuk JAH (6) anak ke enam tersangka merengut kesuciannya sejak tahun 2020 hingga 2022.

Tersangka juga melakukan perbuatan kejinya kepada dua cucu korban yakni KMH (6) dan ACH (5) pada bulan Mei dan bulan Juni ini. (Alex)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.