Kapolres Kota Malang Bilang Darah Mahasiswa Papua Halal, Propam Bakal Libatkan Ahli Bahasa

oleh -0 Dilihat

“Namun melakukan pernyataan yang sangat sangat rasis lah,” ujarnya.

Ujaran rasial atau perkataan yang diucapkan Leonardus adalah ‘Tembak, tembak saja, darah mahasiswa itu halal. Tembak, tembak saja’.

Menurutnya, ucapan tersebut telah membuat gejolak masyarakat Papua di seluruh penjuru negeri.

“Kami khawatirkan ini bisa merembes seperti kejadian 2019 lalu di Surabaya.

“Hal yang sama juga dilakukan oleh aparat di Surabaya.”

“Sehingga ini kami khawatirkan dari setiap media sosial itu sudah sangat viral.”

“Dan tanggapan dari WhatsApp grup itu, ini harus dilaporkan, kalau tidak ini akan merembes di Papua,” bebernya.

Aliansi Mahasiswa Papua Jabodetabek menuntut Kapolres Kota Malang Kombes Leonardus Simamarta dipecat dari jabatannya.

Baca Juga  Kukuhkan 40 Paskibraka Halmahera Timur, Bupati Ubaid Pesan Jaga Kehormatan dan Integritas

Dia bilang, pelaku harus mempertanggung jawabkan ucapannya.

“Orang yang tidak tahu apa-apa bisa kena juga di sana atas sikap arogansi seorang Kapolres ini.”

“Sehingga kami memohon kepada Bapak Kapolri untuk segera menindaklanjuti kasus ini, agar bisa mempertanggungjawabkan ucapan tersebut,” ucap Michael.

Kapolri, kata Michael, diminta menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap Leonardus.

Kapolres juga diminta mengucapkan permintaan maaf secara terbuka.

“Ya mohon maaf dan bisa dipecat dari jabatan Kapolres tersebut,” cetusnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.