Blok Masela melalui Kilang LNG Masela ditargetkan bisa memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), dan memproduksi 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas pipa, serta 35.000 barel per hari (bph) kondensat.
Blok Masela dioperasikan oleh Inpex Masela Ltd dan memiliki hak partisipasi (Participating Interest/ PI) 65%. Lalu, hak partisipasi juga dimiliki oleh PT Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) sebesar 20% dan Petronas 15%.
Proyek migas strategis ini diperkirakan membutuhkan investasi hingga US$ 20,9 miliar atau sekitar Rp 355 triliun (asumsi kurs Rp 17.000 per US$) dan ditargetkan bisa beroperasi pada 2029.
sumber: cnbc









