Keppres Nomor 2 Tahun 2022 dan Amnesia Sejarah

oleh -2 Dilihat

Selanjutnya dilaporkan, setelah para pejuang Republik Indonesia mundur, situasi Yogya terkendali lagi.

Kerugian di pihak Belanda: enam orang tewas (3 di antaranya polisi) dan empat belas orang luka-luka.

Dilaporkan bahwa gangguan telah benar-benar berakhir sekitar jam 11 pagi. Diperkirakan sekitar 2.000 orang, yang tergabung dalam kelompok-kelompok pejuang di sekitar kota, telah ikut ambil bagian dalam serangan bersama itu (Ibid., 04-03-1949)

“Hari Rabu kembali damai di Djogja, pemandangan kota kembali normal, pasar ramai dan bioskop kembali beroperasi”, demikian ulasan koran ini.

Walau bagaimanapun, serangan ini tampaknya amat mengejutkan Belanda. Jenderal Spoor segera mengunjungi Yogya pada hari Rabu, 2 Maret (sehari setelah serangan). Ia tiba pukul 11 pagi dengan pesawatnya sendiri dan berangkat sore hari dengan mobil via Magelang menuju Semarang. Sebelum kedatangan Jenderal Spoor, komisaris pemerintah Angenent, komandan teritorial, Jenderal Meyer dan perwira senior lainnya telah tiba dari Semarang dengan pesawat tambahan untuk membahas situasi tersebut.

Baca Juga  Luka Modric Sebut Real Madrid di Bawah Mourinho Kini Menakutkan

Jenderal Meyer dan Komisaris Pemerintah Angenent dan Residen Yogya Stok mengunjungi Keraton Sultan Yogya pada hari Rabu (2 Maret) pukul 12.00. Kunjungan berlangsung selama setengah jam. Disertai dengan pasukan Belanda, mereka memeriksa Istana Sultan Yogya, karena ada isu bahwa Jendral Sudirman bersembunyi di dalam Istana. Mereka bertemu sendiri dengan Sultan Hamengku Buwono IX. Sultan mengatakan bahwa tidak ada anggota kelompok penyerang bersembunyi dalam lingkungan kraton (Ibid., 04-03-1949).

No More Posts Available.

No more pages to load.