Setelah itu, Allah SWT menurunkan hujan yang menimpa rumah dari tanah liat dan bulu selama empat puluh hari. Air tersebut mencuci bumi dan meninggalkannya dalam kondisi seperti danau. Selanjutnya, dikatakan kepada bumi: “Tumbuhkan buahmu dan kembalikan keberkahanmu,’ Saat itulah sekelompok orang makan delima dan bernaung di bawah kulitnya.” (Al-Hadis)
Ibnu Katsir menjelaskan, hadis ini sampai pada ucapan: “Saat mereka dalam kondisi seperti itu, Allah SWT mengirimkan angin segar di bawah ketiak mereka lalu mencabut ruh setiap muslim,” atau mengatakan, “Mukmin, dan yang tersisa manusia manusia jahat yang melakukan hubungan badan seperti keledai, dan pada merekalah terjadi Kiamat.”
Dalam hadis Mudbir bin Ubadah dari Ibnu Mas’ud mengenai pertemuan para nabi (malam Isra’ ), yakni Muhammad, Ibrahim, Isa, dan Musa as, dan perbincangan mereka mengenai Kiamat kemudian mereka mengembalikan masalah itu kepada Isa.
Ia berkata, “Adapun terjadinya Kiamat tidak ada seorang pun yang mengetahuinya, kecuali Allah SWT sementara pesan Tuhanku kepadaku bahwa Dajjal muncul dengan membawa dua tongkat. Jika ia melihatku, ia meleleh seperti lelehan timah.”
Isa meneruskan, “Allah membinasakan Dajjal saat melihatku sehingga batu dan pohon berkata: Wahai orang muslim, di bawahku ada orang kafir. Kemarilah dan bunuhlah ia’.” Isa meneruskan, “Selanjutnya, Allah membinasakan mereka lalu orang-orang kembali ke tanah airnya.”








