Porostimur.com, Ternate – Akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate Abdul Kadir Bubu, menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara bersikap diskriminatif dengan memberikan perlakuan istimewa kepada calon gubernur Sherly Tjoanda yang menggantikan mendiang suaminya Benny Laos.
Benny Laos mengalami nasib naas dan tewas dalam ledakan speedboat Bela 72 di Pelabuhan Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu beberapa waktu lalu.
Abdul Kadir menuturkan, pada kenyataannya sebagaimana yang diketahui publik, Sherly dalam keadaan sakit tetapi oleh KPU dan dokter justru dinyatakan sehat jasmani dan rohani.
Saat ini, Sherly masih menjalani perawatan akibat cidera kaki yang dialaminya saat ledakan speedboat. bahkan beberapa hari yang lalu Sherly muncul ke publik di kursi roda dengan kondisi kedua kakinya masih dililit perban.
“Itu mesti digaris bawahi. Karena dia dinyatakan sehat jasmani dan rohani maka tidak boleh pemberlakuan istimewa kepadanya, karena dia sudah dinyatakan sama dengan yang lain. Sehat jasmani dan rohani artinya dia sama dengan pasangan calon yang lain, sehingga tidak boleh diistimewakan,” ujarnya, Sabtu (26/10/2024).
Abdul kadir menegaskan, ketika Sherly ditetapkan sebagai calon gubernur, maka perlakuannya harus disamakan dengan calon-calon lain.









