“Saya harap, dengan adanya info dugaan perdagangan orang yang berkaitan Konsorsium 303, BP2MI harus bertindak, untuk memberikan bukti konkret bahwa tagline Sikat Sindikat bukan hanya gimmick dan pencitraan saja,” kata Alifuddin, Senin (26/9/2022).
IPW bongkar upeti konsorsium 303
Sementara itu, Indonesia Police Watch (IPW) kembali membuka data-data terkait dugaan keterlibatan oknum polisi dalam mafia judi online konsorsium 303.
Sebelumnya IPW membongkar keterkaitan konsorsium 303 dalam pembiayaan jet pribadi yang dipakai anak buah Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan ke Jambi menemui keluarga BRigadir J.
Kali ini IPW membongkar laporan keuangan konsorsium 303 atau upeti untuk membiayai oknum-oknum polisi.
Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso mengungkap pengeluaran konsorsium 303 untuk pembiayaan oknum polri dalam satu bulan mencapai puluhan miliar.
Seperti pengeluaran konsorsium 303 pada Oktober 2021 mencapai Rp 21,8 miliar dan November 2021 Rp 24,6 miliar.
Uang puluhan miliar itu diantaranya digunakan untuk membeli cerutu Rp 21 juta, nantuan pejabat polisi ke Eropa Rp 360 juta, bantuan ke Amerika Rp 210 juta, tiket pesawat Rp 95 juta, operasional bulanan satuan Rp 100 juta, kasus rekening medan Rp 386 juta, pos polisi di Jakarta Utara Rp 10 juta, cerutu Rp 50 juta dan minuman minuman Rp 37,9 juta.




