“Tinggal kemauan baik penegak hukum, kepolidsian, dirsus atau irwasum mabes polri untuk melacak keberadaanya.
Kalau dilihat biaya sewa, Itu diatas angka gratifikasi.
Kalau dibayar kantong pribadi boleh-boleh saja. Kalau itu gratisan karena disediakan pihak lain, bisa dugaan gratifikasi,” kata Boyamin.
Apalagi, lanjut Boyamin, jika didalamnya ada konflik kepentingan.
Menurut Boyamin, untuk menelusuri data manifest pesawat itu sangat gampang.
“Saya sering dapat bocoran, apalagi penegak hukum. Super-super gampang, Apalagi di bandara kita semua ada CCTV,” kelakarnya.
Disinggung adanya dugaan konsorsium 303 yang menyediakan jet pribadi ini, Boyamin mengaku sudah mendapatkan datanya.
Hanya saja dia enggan membeber dan memilih menyerahkannya ke polisi.
“Kepentingannya seperti apa, sudah ada. Rangkaiannya ada konsorsium judi dan tambang ilegal, kira-kira itu, saya membatasi diri.. Saya serahkan ke penegak hukum. Saya pastikan ini, saya berikan semuanya, ” tegasnya.
Jet Pribadi
Brigjen Hendra Kurniawan diduga menggunakna jet pribadi milik bos judi sata menemui keluarga Brigadir J di Jambi. Ini sosok RBT alias Bong, sang pemiliknya. (kolase istimewa)
Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, isu mengenai jet pribadi ini akan menjadi bagian pemeriksaan sidang etik terhadap Brigjen Hendra Kurniawan.




