Oknum-oknum yang terlibat di antaranya yang saat ini mendapat hukuman etik dan dipatsuskan.
Disinggung tentang kevalidan data ini, Sugeng memastikan apa yang disampaikan bukan hoax.
“Data valid atau tidak, kebenaran harus didalami oleh polri karena ada satuan kerja atau pribadi yang melakukan kegiatan disebutkan di sini. Kalau mereka serius, mereka pasti catata tim mana yang ke luar negeri, ada di sini disebutkan, tinggal di cek dan ricek saja,” kata Sugeng dikutip dari tayangan Aiman Kompans TV, Senin (26/9/2022).
Disinggung tentang nama-nama mafia judi yang ada di konsorsium 303, Sugeng membeber nama baru berinisila JHL yang diduga kuat membiaya pesawat Brigjen Hendra Kurniawan ke Jambi.
Menurut Sugeng, pernyataan itu sejalan dengan data yang ada, termasuk manifes pesawatnya.
“Menjadi penting penegakan hukum serius menangani ini. Ketika itu ada, kami suplay data itu. Supaya kerja intelijen mereka menangkap, memproses, mengklarifikasi,” katanya.
Khusus soal judi online, menurut Sugeng data yang dibeber PPATK sudah jelas bahwa ada transaksi Rp 155 triliun yang diduga dilakukan para mafia judi online.
“IPW melansir diduga satgassus melindungi judi online. Skema., perlahan-lahan terbuka.




