Itulah, tambahnya, yang disebut strategi pre emptive strike. Jadi memukul lawan juga dengan angka-angka hasil rekapitulasi saksi AMIN. Dan jangan hanya sekedar bicara soal kecurangan pemilu.
“Karena Mahkamah Konstitusi tidak menangani kecurangan. Mahkamah Konstitusi itu namanya mahkamah kalkulator, maka sebutannya MK,” ucap Taufiq dengan nada satire.
Jadi yang perlu dilakukan hari ini, sambung Taufiq, segera merilis perolehan suara AMIN dari seluruh saksi di Indonesia. Dan itu kemudian diumumkan. Menurutnya, kawalpemilu.org yang merupakan milik negara saja angkanya tidak sama dengan quick count.
“Padahal itu kemungkinan sudah mark up. Tentunya jika tim 01 dari angka internal segera dipublikasikan maka akan membangkitkan moral,” tandasnya.
Dan menurutnya, lanjut Taufiq, kecurangan-kecurangan itu menjadi sebuah legitimasi. Karena angka riil dari pasangan 01 tidak sama dengan quick count. Juga tidak sama dengan kawalpemilu.org yang dimiliki negara. (red/kba)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









