“Bayangkan rakyatnya tertimpa musibah tapi gubernurnya malah sibuk dengan urusan ekspor nickel, tender proyek lalu berangkat ke Jakarta. Ini kan aneh. Saya tidak mengerti dengan pemerintah saat ini”, kata Hasby.
Sikap yang sana datang dari kalangan akademisi. DR. Mohtar Adam kepada media ini mengatakan dirinya sangat tidak mengerti apa sesungguhnya yang tengah dipikirkan oleh gubernur.
“Bayangkan ditengah penderitaan rakyatnya, gubernur malah ke Jakarta. Sementara para pejabat seperti Kapolda, Danrem dan lain-lain justru berjibaku dengan masyarakat. Gubermurnya malah pergi”, katanya.
Diketahui, Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba pada hari Minggu 14 Juli 2019, melepas ekspor perdana Ore milik PT. Tekindo di Halmahera tengah.
Besoknya Senin 15 Juli 2019, gubernur membuka acara rapat kerja UKPBJ se Maluku Utara, lantar bertolak ke Jakarta. Abdul Gani Kasuba baru memgunjugi para korban gempa pada Kamis (11/7) siang tadi, bersamaan dengan kehadiran Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen, Doni Monardo dan Panhdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara Ali Yau menyatakan, dengan adanya status keadaan darurat yang dikeluarkan Pemprov Malut ini akan ada langkah-langkah dilakukan dalam membantu Pemkab Halmahera Selatan.




