Apalagi, Pemda Halmahera Selatan telah mengeluarkan SK Tanggap Darurat dengan nomor 184/2019 selama 7 hari sejak 15 – 21 Juli tahun 2019. Pemda setempat yang dibantu TNI dan Polri telah mendirikan dapur umur di Labuha untuk penanganan pengungsi di 9 lokasi pengungsian dengan jumlah 54.789 jiwa.
“Pemda Halmahera Selatan telah menurunkan tim yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, RAPI, PMI, ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mendistribusikan logistik ke lokasi pengungsian di Kec. Bacan Timur, Kecamatan Bacan Timur Tengah Kecamatan Gane Dalam, Kecamatan Gane Timur dan Kecamatan Gane Barat,” ujarnya.
Korem 152/Babullah Ternate sebelumnya membuat posko mobile yang bertujuan untuk mengelola alur distribusi bantuan logistik maupun pengerahan pasukan di lokasi bencana dalam rangka tanggap darurat bencana alam di wilayah Halmahera Selatan.
Tim posko mobile yang berjumlah 30 orang turun ke lokasi terdampak gempa 7,2 SR di Halsel dan membawa bantuan logistik berupa makanan, air mineral, perlengkapan bayi dan keperluan lainnya menuju Posko di wilayah Saketa .
Seluruh personel TNI telah bergerak ke lokasi terdampak dan membangun posko-posko guna memastikan penyaluran logistik maupun kebutuhan baik para pengungsi maupun korban dapat terpenuhi. (red)




