Lisabata–Patahuwe dan Luka yang Tak Pernah Benar-Benar Kering

oleh -39 Dilihat

Maluku sudah terlalu lama membayar mahal harga sebuah konflik. Terlalu banyak rumah yang pernah menjadi sunyi, terlalu banyak keluarga yang pernah kehilangan, terlalu banyak anak yang tumbuh dengan cerita tentang perang yang seharusnya tidak perlu mereka warisi.

Sudah waktunya kita berhenti menghitung siapa menang dan siapa kalah. Sebab dalam perang antarsaudara, sesungguhnya tidak pernah ada pemenang. Yang tersisa hanyalah rumah yang sunyi, halaman yang hangus, mata yang kehilangan, dan sebuah pertanyaan yang terus menggantung di udara, seperti kabut di antara negeri-negeri yang dipisahkan jalan dan batas tetapi sesungguhnya tetap berbagi tanah, laut, sejarah, dan darah yang sama:

Sampai kapan kita akan terus mewariskan bara kepada anak cucu, sementara kita tahu persis bagaimana rasanya terbakar? (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.