Mengenal Marital Rape, Pemerkosaan dalam Perkawinan yang Sering Dianggap Tak Ada

oleh -158 views

Dampak bagi Korban

Marital rape
Marital rape membuat depresi/foto: pexels.com/enginakyurt

Mengalami pelecehan seksual tentu sangat menyakitkan dan bisa memberikan dampak yang besar bagi kondisi psikologis korban. Apalagi jika pemerkosaan ini dilakukan oleh pasangan yang seharusnya menjadi orang yang paling dipercaya. 

Dilansir dari Psych Central, Charna Cassell, seorang terapis seks dan trauma di California, AS, menjelaskan bahwa korban kekerasan seksual umumnya mengalami trauma yang dapat berakibat pada kesehatan tubuh.

Korban pemerkosaan juga berisiko mengalami berbagai masalah mental, seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan stres pascatrauma (PTSD), hingga keinginan untuk menyakiti diri sendiri.

Situasi ini sungguh tidak mudah bagi korban, penting bagi kita untuk bisa memberikan dukungan kepada korban. Untuk mendukungnya, kamu bisa senantiasa menemani korban, memberikannya waktu untuk mencerna apa yang ia alami, atau mendampingi korban untuk mendapatkan bantuan psikologis. Yang paling penting, ingatlah untuk tidak menyepelekan kasus marital rape, karena kasus ini nyata terjadi!

Pentingnya Sexual Consent

Marital rape
Persetujuan seksual mencegah marital rape/foto: pexels.com/alexgreen

Pemerkosaan tidak akan terjadi apabila kedua pihak setuju untuk melakukan hubungan seksual. Persetujuan ini disebut sebagai sexual consent atau persetujuan seksual. Konsensual ini sangat penting untuk diungkapkan agar mencegah kesalahpahaman dalam melakukan hubungan seksual. 

No More Posts Available.

No more pages to load.