Natal di Tengah Bangsa yang Angkuh

oleh -428 views

Natal adalah ajakan untuk kembali berkawan dengan mereka yang lemah, rapuh, dan tidak berdaya. Mereka yang miskin adalah korban keangkuhan para pemimpin. Natal adalah ajang untuk berpihak kepada yang miskin yang menjadi korban. Kisah kelahiran Yesus di kandang domba adalah kisah perkawanan dengan manusia yang mengalami kegagalan dan kehancuran. Kembali pada semangat Natal Bapa mengajak kita semua untuk kembali pada hakikat kemanusiaan yang mengasihi dan berpihak kepada mereka yang berdosa, miskin dan tidak berdaya.

Kelahiran di tengah-tengah para gembala menjadi kritik sosial atas perilaku tamak dan angkuh yang diperankan para pemimpin sepanjang sejarah. Pembangunan mestinya berpihak kepada mereka yang miskin dan rakyat kecil bukan justru rakyat dijadikan tumbal pembangunan. Yesus telah datang untuk para gembala yang miskin. Bukan pada kekuasaan yang bengis. Bukan kepada mereka yang berpangkat dan berkuasa melainkan pada mereka yang menderita.

Baca Juga  Fraksi NasDem DPRD Maluku Gerak Cepat Tindaklanjuti Aduan Warga

Dalam konteks Natal yang menyelamatkan, tindak kekerasan dan pelecehan martabat manusia adalah tragedi yang melupakan Allah yang rela menjadi manusia dan tinggal di antara manusia yang berdosa. Karena itu Natal harus dikembalikan pada makna dan hakikatnya sebagai sarana Allah berbelas kasih, bersolider, dan mau berdamai dengan manusia yang berdosa. Dalam dimensi ini Natal memberi warta keselamatan. Selamat hari Natal 25 Desember 2024. Tuhan beserta kita!

No More Posts Available.

No more pages to load.