Penyebaran ini dilakukan untuk memastikan seluruh wilayah tetap terpantau, khususnya daerah dengan lalu lintas penumpang laut yang tinggi dan akses evakuasi yang menantang.
“Kami memastikan tidak ada wilayah yang kosong dari pengawasan, terutama pada jalur transportasi laut dan kawasan rawan,” jelas Arafah.
Armada Laut dan Darat Siap Operasi
Selain personel, Basarnas Maluku juga menyiagakan armada laut dan darat secara maksimal. Untuk operasi perairan, Basarnas mengandalkan KN SAR 242 Bharata, yang didukung sejumlah Rigid Buoyancy Boat (RBB), Rigid Inflatable Boat (RIB), serta rubber boat yang mampu bermanuver cepat di perairan sempit dan pesisir.
Sementara untuk operasi darat, berbagai kendaraan telah dipastikan siap digunakan, mulai dari rescue car, kendaraan taktis, hingga motor trail dan ATV guna menjangkau medan sulit serta kawasan wisata alam.
Fokus Bandara, Pelabuhan, dan Destinasi Wisata
Selama masa siaga khusus Nataru, personel Basarnas akan ditempatkan secara menetap maupun melakukan patroli rutin di titik-titik rawan, seperti bandara, pelabuhan laut, penyeberangan ferry dan speedboat, serta lokasi wisata favorit yang diperkirakan mengalami lonjakan kunjungan.
Basarnas Maluku juga tergabung dalam posko terpadu Nataru bersama TNI, Polri, BMKG, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif dalam menghadapi situasi darurat.









