Pelni Setop Operasional 7 Kapal Perintis di Maluku, Alasannya Bikin Miris

oleh -260 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: PT. Pelni (Persero) menghentikan pelayanan tujuh kapal perintis di Provinsi Maluku untuk sementara hingga berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Jadi seluruh kapal Perintis belum bisa beroperasi sejak diberlakukannya PPKM terhitung tahap pertama sejak tanggal 8-21 Juli 2021 kemudian diperpanjang lagi hingga tanggal 26 Juli, dan sekarang tahap kedua sampai tanggal 8 Agustus 2021,” kata Manager Operasi PT Pelni Cabang Ambon, Muhammad Assagaf, di Ambon, Rabu (28/7/2021).

Ia menjelaskan, penghentian sementara pelayaran kapal perintis adalah keputusan manajemen Pelni di kantor pusat, sedangkan Pelni Ambon hanya pelaksana atau operator. Assagaf mengatakan, penyebab utama penghentian tersebut karena terbentur aturan PPKM.

Sebabnya, pada beberapa pelabuhan di daerah yang disinggahi kapal perintis untuk mengangkut dan menurunkan penumpang belum dilengkapi dengan beberapa prasarana pendukung terkait persyaratan pemberlakukan PPKM.

Syarat tersebut diantaranya setiap calon penumpang yang akan naik ke kapal harus menunjukkan surat vaksin minimal satu kali, kemudian surat antigen negatif COVID-19.

Baca Juga  Tarifnya Rp 70 Juta untuk Menginap, ini Kesaksian Artis TA

“Jadi misalnya kapal satu perintis menyinggahi Pelabuhan Moa atau Leti di Kabupaten Maluku Barat Daya, atau daerah terpencil lainnya di Maluku, sudah pasti masyarakat banyak yang belum memiliki surat vaksin atau antigen karena memang belum terjangkau di daerah itu,” katanya.

Ia mengatakan calon penumpang di daerah-daerah rute kapal perintis yang mau berangkat sulit untuk dilayani untuk pembelian tiket, sebab mereka hanya memiliki surat keterangan dari perangkat desa setempat sehingga sudah pasti tidak diterima sebab tidak sesuai dengan syarat berpergian selama pemberlakuan PPKM.

Ia mengakui memang banyak calon penumpang yang datang menanyakan jadwal pelayaran kapal perintis terutama untuk jalur Maluku Tenggara sampai Maluku Barat Daya.

Baca Juga  Sinode GPM dan DPRD Maluku Susun Kurikulum dan Seri Bacaan Politik

“Karena itu untuk tidak menjadi masalah atau keributan antara petugas PT Pelni atau kru kapal dengan calon penumpang terkait pemberlakukan PPKM, maka kita tunggu saja hingga selesai pemberlakuan PPKM baru kapal perintis beroperasi lagi, itupun tergantung pusat,” ujarnya.

Assagaf menambahkan, hingga kini semua kapal perintis masih bersandar di Pelabuhan Ambon. Terdapat lima kapal yakni KM Sabuk Nusantara (Sanus) 103, KM Sanus 106, KM Sanus 107, KM Sanus 87, dan KM Sanus 71.

Kemudian ada satu kapal bersandar di Ternate (Maluku Utara) yakni KM Sanus 105 , dan satu lainnya di Pelabuhan Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar yakni KM Sanus 72.

(red/okezone)