Untuk mewujudkan komitmen tersebut, menurut Menteri AHY harus ada optimisme serta memperhatikan skala prioritas yang harus dibangun. Ia menyebut, Indonesia harus menjadi salah satu yang terdepan untuk menjaga sumber daya air agar tidak terkontaminasi.
“Oleh karena itu, yang ada kita jaga bersama, jangan sampai terkontaminasi oleh polusi dan kita tahu bahwa dampak dari krisis iklim ini luar biasa dahsyatnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan urgensi dari peran Indonesia dalam menjaga sumber daya air yang ada. Salah satunya ialah air semakin lama semakin tinggi nilainya karena jumlahnya terbatas. Kendati 75 persen permukaan bumi diisi oleh air tetapi menurutnya yang benar-benar bisa dikonsumsi, bisa diakses air bersih, dan juga untuk sanitasi sangat terbatas.
Kekeringan yang terjadi di berbagai daerah menyebabkan adanya prediksi 10-20 tahun ke depan akan terjadi kekeringan yang berpengaruh secara langsung terhadap produksi pertanian.
“Padahal kita tahu, tanpa air tidak ada produksi pangan yang mencukupi. Tanpa itu akan terjadi instabilitas karena penduduk yang semakin bertambah akan terus mencari sumber daya pangan,” ujar Menteri AHY.
“Oleh karena itu, kita harus mencari solusinya bersama, tidak ada kata terlambat, kita harus dengan penuh kesadaran ingin berbagi cerita dan pengalaman, _the best practice_ antar sesama bangsa di dunia dan kita berharap anak cucu kita tidak menanggung apa yang tidak kita lakukan hari ini,” pungkas Menteri AHY.











