Perang Narasi OCCRP Vs Para “Die Hard” Jokowi

oleh -735 views
Jannus Siahaan

Jokowi diidentikkan dengan “tetangga kita” alias orang biasa yang diasosiasikan sebagai bagian dari kita. Karena itulah mengapa tagline-nya “Jokowi adalah kita”.

Padahal identifikasi ini secara politik cukup berbahaya sebenarnya. Pasalnya, untuk menjadi seorang pemimpin idealnya dibutuhkan kualifikasi yang tidak mudah dengan rentang perjalanan dan pengalaman yang juga tidak pendek.

Tidak cukup hanya dengan status sosok yang setara dengan tetangga saya atau tetangga Anda.

Jika menyepelekan hal itu, ditakutkan nantinya malah sangat “underqualified”, karena siapa saja bisa menjadi tetangga saya dan Anda, lalu ujung-ujungnya malah merusak negara di akhir kekuasaan pemerintahannya.

Tembok kedua adalah buzzer. Entah Jokowi secara personal atau Jokowi sebagai seorang presiden, diakui atau tidak, memiliki buzzer yang sangat banyak.

Baca Juga  Yubelium 100 Tahun TMM Bakal Dihadiri Dubes Vatikan untuk RI

Sampai hari ini belum terlalu terungkap siapa dalang ‘beternak’ buzzer sejak 2014 lalu, sehingga sepanjang 10 tahun pemerintahan Jokowi, jumlahnya sudah masuk kategori memusingkan kepala di satu sisi dan mendelegitimasi banyak pandangan rasional dan ilmiah para pakar di sisi lain.

Dengan kata lain, pendapat profesor dan pakar pun bisa mentah di hadapan para buzzer, jika itu ternyata bertentangan dengan Jokowi dan pemerintahannya atau bertentangan dengan kepentingan gerbong-gerbong yang ada di belakang Jokowi.

No More Posts Available.

No more pages to load.