Perhimpunan Masyarakat Maluku Indonesia Persembahkan Inisiatif ‘Maluku Tabaos’

oleh -1,495 views
Ki-ka: Reza Valdo Maspaitella (Raja Rutong - Ketua Majelis Latupati Ambon), Said Assagaff, Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Karel Albert Ralahalu dalam acara Deklarasi MalukuTabaos.

Untuk melangkah maju, ungkap Reza pihaknya juga telah melakukan percontohan yakni di Rutong. Di sana telah dibuat percontohan mulai dari pembangunan negeri digital pada 2021, membangun ekowisata, membangun dalam konteks program ekonomi biru dan ekonomi hijau dan keterpaduan ekonomi hijau.

Hal ini mengacu pada kearifan lokal Maluku yang hidup dalam dua masa, yakni 6 bulan melaut dan 6 blan di darat. “Saat laut tenang mereka melaut dan saat gelombang tinggi mereka akan masuk ke dusun adat, perkebunan perkebunan cengkeh, pala dan sebagainya untuk bagi hasil darat,” katanya.

Sehingga konsep pembangunan yang ditawarkan ke depan pengintegrasian dari maritim yang dikaitkan dengan daratan itu merupakan kearifan lokal pada masyarakat Maluku.

Baca Juga  Jelang Groundbreaking Blok Masela, Masyarakat Adat Tanimbar Desak Presiden Selesaikan Status Tanah Adat

“Kita integrasikan supaya antar kawan satu dengan yang lain bisa berdagang, mulai dari diatur suplai chain dari desa ke kota, antar kota kabupaten, dan antar provinsi,” katanya.

Ke depan, ungkap Reza, pihaknya sedang mempersiapkan satu acara di Jawa Timur untuk membangun suplai chain Indonesia Timur khususnya Maluku, Papua dan NTT akan menyambung ke Pulau Jawa.

“Ini pemikiran yang dihasilkan oleh generasi muda Maluku dan masyarakat adat Maluku dan seluruh komponen nya, kita bertabaos ini harapannya agar setiap masyarakat, mengusulkan dan memberi masukan dari kelompok masyarakat di Jakarta, Ambon, Maluku, kita kumpulkan untuk menjadi sebuah deklarasi di dalam program percepatan pembangunan Maluku,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.