Si pegawai mengangguk. Aku tersenyum dan mulai memunguti satu demi satu kemasan pasta gigi dari lantai dan menyusunnya kembali di rak. Pasta gigi yang memutihkan di sebelah sana. Pasta gigi untuk mencegah gigi berlubang di sebelah sini. Yang ini di sana. Dan yang ini di sini.
Senyumku semakin lebar saat kusadari akan semakin banyak waktu yang kubutuhkan untuk menyusun semua pasta gigi itu, karena semuanya harus disusun berdasarkan jenis…dan juga mereknya.
Hatiku bersorak.
***
Kalau aku memanggil, Yos, jawablah. Supaya aku tahu kalau tak ada hal buruk yang terjadi padamu. Kau ingat berita tentang lelaki tua yang dirampok itu? Yang terjadi tak jauh dari tempat tinggal kita. Di tengah malam, lelaki tua itu berkata pada istrinya kalau ia ingin mengambil ponsel yang tertinggal di dalam mobil.
Mobil itu diparkir di halaman rumah mereka yang tak berpagar. Namun setelahnya ia tak kunjung kembali. Istrinya terus memanggil dari dalam rumah, tapi suaminya tidak juga menjawab. Saat itulah perempuan itu sadar ada yang salah. Sebab dalam tiga puluh tahun pernikahan mereka, sang suami selalu menjawab panggilannya. Selalu, Yos.
Kau tentu tahu akhir ceritanya. Ia akhirnya menemukan suaminya dengan sebilah pisau tertancap di perut, terkapar di bawah pintu mobil yang terbuka. Ponsel hadiah ulang tahun dari anaknya yang cukup mahal itu pun telah raib. Syukurlah berkat kecurigaan istrinya yang cepat, lelaki tua itu masih dapat diselamatkan.











