Pernikahan, Pasta Gigi, dan Kalimat-kalimat Panjang yang Memusingkan

oleh -261 views

Kau bukan tak merindukan ibumu. Kau hanya tak tahu apa itu cinta dan rindu. Ibumu pergi terlalu cepat dari dunia sebelum sempat mengajarimu tentangnya. Aku sering melihat kesepian melingkupi dirimu, serta ketakutan yang tersembunyi di sudut batinmu.

Kau membungkus semua itu dalam diam dan kesunyian. Kau menyimpan semuanya sendiri, tak mau membaginya denganku. Aku tak mau menambah beban pikiranmu, katamu suatu hari. Tapi aku ingin dibebani olehmu. Bebani aku. Dengan demikian aku merasa bagian dari dirimu.

Aku juga selalu ingin melindungimu, melingkupimu dengan sayapku. Aku tak pernah tahu bahwa sayapku sendiri pernuh lubang dan aku pun butuh seseorang untuk mengobati lukaku. Kukira aku pahlawanmu, tapi sesungguhnya aku juga sedang mencari rumah untuk diriku sendiri.

Baca Juga  Komarudin Watubun: Investasi Jangan Korbankan Hak Masyarakat Maluku

Rumah yang kukira ada di dalam dirimu.

***

Saat aku sampai di rumah, air mataku telah habis terhapus. Selain pasta gigi, aku jadi harus membeli tisu wajah pula untuk menghapusnya. Di atas meja, kulihat kau telah menyajikan segelas teh untukku.

Catatan yang kubuat sudah tak ada di pintu kulkas. Aku tahu kau telah menaruhnya pada sebuah keranjang plastik, berkumpul bersama teman-temannya: catatan-catatan lain yang kutinggalkan untukmu.

No More Posts Available.

No more pages to load.