Ambon, Porostimur.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya Provinsi Maluku menyoroti sejumlah persoalan strategis daerah dalam Rapat Pleno II periode 2025–2030 yang digelar di lantai VII Kamari Hotel, Minggu (15/3/2026).
Rapat pleno yang dipimpin Ketua DPD Golkar Maluku Umar Lessy, didampingi Sekretaris DPD Golkar Maluku Anos Jeremias serta dihadiri jajaran pengurus periode 2025–2030 tersebut membahas berbagai agenda internal sekaligus isu strategis pembangunan daerah.
Sejumlah isu yang disoroti dalam forum tersebut antara lain kondisi fiskal pemerintah daerah yang dinilai belum menggembirakan, tingginya angka kemiskinan di Maluku, hingga pentingnya perlindungan hak masyarakat dalam rencana pengembangan proyek strategis nasional Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Dorong Iklim Investasi yang Kondusif
Dalam rapat tersebut, Golkar menilai keterbatasan kemampuan fiskal daerah tidak boleh menjadi penghalang bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus memberikan kontribusi terbaik terhadap pembangunan di daerah ini. Kondisi fiskal memang kurang begitu positif, tetapi di tengah keterbatasan itu kita harus lebih kreatif,” ujar Umar Lessy.
Golkar juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih proaktif menciptakan iklim investasi yang kondusif di Maluku.









