Mengutip dari Rijal Haula Rasul susunan Khalid Muhammad Khalid yang diterjemahkan Kaserun, Sa’ad merupakan pejuang Islam yang sangat pemberani. Ia tidak hanya memiliki senjata panah, melainkan juga doa.
Doanya kepada Allah SWT akan selalu dijabah langsung oleh-Nya. Hal ini dikarenakan Rasulullah SAW mendoakan Sa’ad dengan doa yang makbul,
“Ya Allah, tepatkanlah lemparan panahnya dan kabulkanlah doanya.”
Sejak saat itu, Sa’ad bin Abi Waqqash RA dikenal dengan sosok yang doanya tajam laksana pedang. Mustajabnya doa Sa’ad terbukti dari salah satu kisah yang diriwayatkan Amir bin Sa’ad. Dia berkata,
“Sa’ad melihat seorang laki-laki mengumpat Ali, Thalhah, dan Zubair. Sa’ad melarangnya, tetapi laki-laki itu tidak menghiraukan. Sa’ad lantas berkata, ‘Kalau begitu akan kudoakan (keburukan) padamu!’
Laki-laki tersebut menjawab, ‘Engkau mengancamku seolah dirimu seorang nabi.’
Sa’ad pun pergi untuk mengambil wudhu lalu melaksanakan salat dua rakaat. Setelah itu, ia mengangkat kedua tangannya dan berdoa,
“Ya Allah, jika menurut ilmu-Mu laki-laki ini telah mengumpat orang-orang yang telah mendapat anugerah (kebaikan) dari-Mu dan umpatan itu membuat-Mu murka, jadikanlah ia sebagai pertanda dan suatu pelajaran.”









