Setelahnya, muncul seekor unta liar dari sebuah pekarangan rumah. Tak ada satu pun yang bisa merintanginya sampai ia harus masuk ke dalam kerumunan manusia seakan sedang mencari sesuatu.
Unta itu kemudian menerjang laki-laki yang sebelumnya mengumpat dan membantingnya di antara kaki-kakinya. Hewan tersebut menginjak-injaknya sampai lelaki tersebut hingga meninggal dunia.
Sa’ad bin Abi Waqqash RA juga menjadi salah satu pasukan muslim yang berjuang membela Islam. Bersama Rasulullah SAW, Sa’ad mengikuti berbagai pertempuran seperti Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandaq.
Bahkan, Sa’ad menjadi orang pertama yang melemparkan panah dan mengucurkan darah di jalan Allah SWT. Sa’ad pernah diutus oleh Khalifah Umar bin Khattab RA untuk menghadapi pasukan Persia di Qadisia.
Bersama pasukannya, Sa’ad berangkat dengan dibekali doa dari Amirul Mukminin dan seluruh umat muslim. Pertempuran antara kaum muslimin dan pasukan Persia kala itu berlangsung sengit.
Namun, Allah SWT memberikan kemenangan kepada umat Islam. Sa’ad bin Abi Waqqash RA beserta pasukan muslim berhasil merebut beberapa daerah seperti Karkasia, Tikrit, Jaluja dan Masbandan.
Sa’ad bin Abi Waqqash RA wafat di al-Aqiq, lokasinya 12 kilometer dari Madinah. Jenazah Sa’ad digotong oleh beberapa orang ke Madinah.









