Salah Asuhan Penyebab Indonesia Karut-Marut

oleh -3 Dilihat

Kita memiliki ilmu yang tidak selalu membumi.

Kita memiliki kebijakan yang tidak selalu berangkat dari pengalaman masyarakat.

Kita memiliki hukum yang tidak selalu memahami pluralitas sosial.

Kita memiliki birokrasi yang sering lebih sibuk memenuhi prosedur daripada menyelesaikan masalah.

Kita memiliki universitas yang terkadang lebih sibuk mengejar pengakuan daripada memproduksi pengetahuan tentang masyarakat sendiri.

Dan kita memiliki elite yang kadang lebih percaya pada cetak biru dari luar daripada pengetahuan yang tumbuh dari pengalaman bangsanya sendiri.

Itulah salah asuhan.

Dan salah asuhan tidak diselesaikan hanya dengan mengganti pengasuh.

Cara mengasuhnya yang harus diubah.

Jangan Paksa Kepala Mengecil

Indonesia tidak perlu menolak dunia. Indonesia perlu belajar berdialog dengan dunia tanpa kehilangan kemampuan mendengar dirinya sendiri.

Baca Juga  Terpidana Korupsi Dana Gempa Marlin Mayaut Masuk DPO Kejari SBB

Kita tidak perlu membuang teori asing. Kita perlu menempatkannya pada tempat yang semestinya: sebagai alat, bukan sebagai cetakan.

Kita tidak perlu memuja adat. Kita perlu mengujinya sebagai sumber pengetahuan.

Kita tidak perlu menolak modernitas. Kita perlu membangun modernitas yang tidak memutus hubungan dengan sejarah dan struktur sosial sendiri.

Dan kita tidak perlu mengecilkan kepala agar muat dengan peci yang tersedia.

No More Posts Available.

No more pages to load.