
Pihak gereja menyebut keputusan itu dapat menyebabkan perpecahan lebih besar, demikian isi berita kantor berita Rusia, TASS.
Sebelumnya, Patriarkh Ekumenikal Bartholomew, kepala spiritual Kristen Ortodoks yang dianut oleh 300 juta warga di seluruh dunia dan berkedudukan di Istanbul, mengatakan alih fungsi Hagia Sophia jadi masjid akan membuat umat Kristen kecewa.
Langkah itu juga diyakini akan menyebabkan perpecahan masyarakat di wilayah Timur dan Barat.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo meminta Turki mempertahankan status Hagia Sophia sebagai museum.
Namun, para pendukung alih fungsi Hagia Sophia menyebut, status masjid pada bangunan bersejarah itu akan lebih baik mencerminkan identitas Turki sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim.
(red/rtm/Galamedia News/PRMN)




